Antara April dan Rambut?

15.12.00

    APRIL.. banyak yang bilang sebagai bulannya Ujian Nasional. Emang bener, di bulan April ini marathon diadain UN dari mulai SMA, SMP, SD, malah TK dan PAUD juga UN. Gak ketinggalan, bulan April juga adalah bulan diadainnya event akbar 5 tahunan, yaitu Pemilu Legislatif 2014. Yang diadain tanggal 9 April 2014, yang sudah dapet hak pilih pasti nyoblos. Bulan April juga spesial, banyak perayaan. Salah satunya perayaan April Mop di tanggal 1 kemaren. Bisa dibilang April juga "bulannya sastra". Iya, kok bengong gitu, karena tanggal 2 kemaren itu Hari Buku Anak Sedunia, lanjut tanggal 23 April itu Hari Buku Sedunia, dan tanggal 28-nya adalah Hari Puisi Nasional. Jadi, bulan April ini bulannya berkarya. Buat yang suka nulis cerpen, cerita anak, puisi, atau karya tulis lain harus rajin-rajin nih, pasti banyak yang ngadain event atau lomba gitu kayaknya di bulan ini.

    Sejenak kita melayang ke postingan kemarin yang di awal bulan, masih ingetkah? Tentang cukur-menyukur. Yang belum baca, baca dulu gih.. nih klik ini sama ini. Sudah menjadi rahasia seorang tukang cukur jika yang mereka gunting setiap harinya dari kepala orang adalah rambut. Kalian pasti punya rambut, hidup kita ini dikelilingi rambut, badan kita penuh dengan rambut. Di kepala, di tangan, di atas bibir, di dagu, di kaki, di ketek, dan di sekitar Mr. O kalian. (Do You Know What I Mean?) Dan sudah menjadi rahasia diri sendiri masing-masing jika kalian kesulitan untuk mencukur rambut sendiri dengan rapih. Bener kan? Kalo nyukur enggak rapih sih semua orang bisa sendiri, makanya Tuhan menciptakan tukang cukur.

    Pandangan saya terhadap tukang cukur itu sama seperti pandangan saya ke tukang pangkas rambut. Menurut saya mereka itu sama, persis malah. Antara tukang cukur sama tukang pangkas rambut itu sama-sama cari duit pake gunting, sisir, terus silet. Tukang cukur itu profesi yang menakutkan. Membutuhkan sikap tegas dan pandai berbicara dan pandai membujuk. Client mereka terdiri dari manusia yang berbeda-beda, dengan umur dan tingkat kedewasaan yang beragam. Dari mulai anak kecil, yang kalo cukur suka susah kalo disuruh nunduk, mereka harus dibujuk dulu.. biasanya pake minuman atau makanan ringan. Tapi anehnya, orang dewasa yang jelas memiliki tingkat kedewasaan yang sangat jauh di atas rata-rata seorang anak ingusan, dengan mudahnya melihat ke bawah ketika tukang cukur mengatakan, “Nunduk dulu, pak.” Itulah problematika kehidupan kawan.

    Di bulan April ini saya mau cerita kejadian yang berhubungan sama rambut dan cukur-menyukur. Karena rambut dan cukur-menyukur adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dipisahkan, ibarat pulsa sama ada yang nge-sms. Kalo kita punya pulsa tapi enggak ada yang nge-sms itu sama aja kentut di muka tukang parfum, enggak kecium bau kentutnya.

    Sebenernya sih udah dari bulan Maret saya pengen cukur, eh malah baru dicukur pas awal April. Rencananya waktu libur satu minggu di bulan maret pengen botakin kepala, biar ada waktu satu minggu buat numbuhin rambut. Soalnya kepala pelontos haram hukumnya di sekolah saya. Enggak tau kenapa ya, padahal kepala botak itu segerr enggak ribet, terus mikir juga fresh. Mungkin karena dulunya di sekolah itu banyak tuyulnya kali, pada trauma guru-gurunya.

    Terus di tanggal 9 April 2014 yang katanya libur saya malah dikasih tugas yang amat sangat berat, yaitu mencukur rumput lapangan sampai rata. Sendiri? Enggak dong ya, bisa habis masa muda saya kalau disuruh nyukur rumput lapangan sampai rata sendirian. Disuruh-nya sama anak-anak SSB TUNAS JUNIOR. Kalo Cuma nyukur rumput lapangan sampe rata sih nggak berat-berat amat. Yang bikin itu berat adalah harus datang ke lapangannya itu jam 6 pagi+bawa sabit+dan kored/cangkul kecil. Hari libur disuruh bangun pagi-pagi, mending kalo enggak apa-apa telat juga. Lah ini kalo enggak datang atau telat bakalan di denda 10 rebu. Kan lumayan 10 rebu juga kalo dipake makan baso bisa pesen 2 porsi. By the way, ada yang punya mesin pencukur rumput enggak? Pinjem donk. Biar cepet nyukur-nya.

    Terus saya aneh juga sama pemain Real Madrid, Pepe. Tau kan? Setau saya musim lalu, Pepe kan rambutnya botak. Tapi sekarang kalian bisa lihat, si Pepe ini rambutnya udah gondrong terus kribo malah kaya wi-fi berjalan, bisa nyaingin Bang Benakribo hehe. Awalnya juga saya liat si Pepe ini kayak Marcelo tapi kok ditilik-tilik sampe udah melototin mata sampe bola mata sama kornea-nya keluar, kok mukanya Pepe sih. Mungkinkah mereka tukeran model rambut? Tapi enggak apa-apa sih, kan rambut kribo itu sih kata @FaktaMamba itu meningkatkan kadar Oksigen di atmosfer, jadi bila minimal satu rumah mempunyai satu orang yang berambut kribo maka akan mengurangi dampak bolongnya lapisan ozon, dan lapisan ozon pun tertambal oleh rambut kribo. Yeah..

Depan: Pepe Belakang: Marcelo. Susah ngebedainnya cuy.


    Lalu ada juga kelakuan aneh yang saya berhasil temukan di angkot yang berhubungan dengan rambut dan bullying.. waktu itu saya naik angkot terus di angkot itu ada 2 anak perempuan. Angkot berhenti, dan masuk seorang pemuda berambut kribo.

    “Hihihihihi!” dua anak perempuan itu kelihatan ingin tertawa namun seperti ditahan-tahan. Sepertinya mereka menertawakan pemuda berambut kribo yang masuk di angkot itu.

    Hey ada apa dengan kalian? Kalian menertawakan seseorang hanya karena rambut dia kribo. Wake up men, ini sudah zaman globalisasi dan semua orang bebas berekresi berekspresi dimana saja dan kapan saja. Itu Cuma model rambut yang keriting doang kok, sama-sama rambut, terus sama-sama ciptaan Tuhan kok. Kenapa harus diketawain, itu sama saja kalian menertawakan diri kalian sendiri.

    “HAHAHAHAHAHAHAHA!!!” saya ikut ketawa juga. Lebih keras dari mereka.

Oh, ternyata 2 anak perempuan tadi melihat resleting celana jeans pemuda kribo tadi terbuka, dan kelihatan kolor boxer ijo dari resleting yang terbuka. Hahaha saya enggak bisa nahan ketawa, ngebukanya lebar banget. Apalagi pas dia sadar diketawain, lalu pura-pura nengok ke depan dan tas yang dipake di punggung di pindahin ke bagian selangkangan di atas paha.

   Sudah kribo, resleting terbuka pula.


Baca cerita yang lain yuk!

2 yang komentar.

  1. Waduh hati-hati lain kali, masa resletingnya kebuka haha XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha udah kasian tu orang kribo bang hehehe

      Hapus

Terserah..

Total Tayangan Laman