Sabtu, 17 Mei 2014

Hal-Hal Yang Sering Dilakukan Setelah Ujian Nasional

Untuk blog.

    Ujian Nasional. Sebuah ajang bergengsi bagi para siswa-siswi di berbagai sekolah di Indonesia. Dari mulai SD, SMP, dan SMA bertarung,  bahkan TK juga katanya juga mau diadakan Ujian Nasional untuk sebuah pertimbangan masuk SD favorit, gile. Banyak siswa yang girang akan Ujian Nasional, ada juga yang gila dan stress menghadapinya. Maka dari itu setelah Ujian Nasional, pelajar merasa bebas. Mereka seolah terbebas dari sebuah rantai, sebuah penjara, sebuah kurungan.

    “Ah, akhirnya Ujian Nasional udahan juga lega gue.”
    Goyang membalas dengan kecut pernyataan Otoy, “Jiaah, kamu sih sama aja. Mau UN atau enggak, pasti enggak belajar..”
    “Hehehe... yang penting kita bisa maen PS lagi nih... bisa tiap hari!”
    Goyang hanya tersenyum melihat tingkah Otoy yang kegirangan karena terbebas dari sebuah skenario pemerintah untuk rakyatnya yang disebut Ujian Nasional. Walaupun dalam hati dia kegirangan, karena Otoy selalu kalah dalam permainan PES di saat main PS di rentalnya Pak Haji.

    Nah, kali ini saya mau cerita atau berbagi, kegiatan apa saja sih yang dilakukan oleh seorang Fauzy Husni Mubarok ketika Ujian Nasional sudah berhasil dilalui dengan sukses ketika kelas 9 di MTs. Kali aja bisa dijadikan rekomendasi kegiatan dan berguna kalau kamu lagi homesick atau enggak tau mau ngapain kalau di rumah.

Sering Main ke Rumah Teman.

    Kegiatan ini adalah yang sering dilakukan ketika sehabis Ujian Nasional. Waktu itu, saya seringnya main ke rumah Fazrin, di desa Lengkong. Saya suka rumahnya, bagus, sejuk, ada lampu tamannya lagi di depan rumahnya. Ditambah udara di sana emang sejuk, di dalem rumahnya juga sejuk, ada kolam buatan dan hidup seekor penyu disana. Indah. Enggak pernah bosen deh, di rumahnya. Bisa internetan, main gitar, dan main petak umpet kayak anak kecil. Saya masih ingat waktu itu saya ngerujak bersama teman-teman di sebuah gubuk buatan di rumah Fazrin. Sedap.

    Lalu ke rumahnya Ajis, ada burung ketilang yang galak banget. Kalau tangan udah nyentuh kandang dipatuk sama burungnya. Di rumahnya Ajis ada sebuah warung, dan ketika saya dan Nur waktu itu main ke rumah dia dikasih minuman segar sari rasa jeruk manis. Sedap lagi.

    Masih banyak sih rumah-rumah temen yang saya singgahi ketika habis Ujian Nasional. Saya ini sangat direkomendasikan bagi kalian yang pecinta kuliner. Soalnya, sering dapet makanan dan minuman gratis. Manfaat lain adalah kalian bisa mempererat silaturrahim dan menambah momen penting dan memperkuat rasa persahabatan diantara kamu-kamu semua.

Pergi Berenang Bersama.

    Di kota saya, berenang di kolam renang umum adalah salah satu momen penting juga. Disamping tiket masuknya cukup nguras uang saku ketika itu, dan jarak kolam renang jauh, bisa menjadi salah satu pelepas lelah karena hanya dilakukan satu tahun sekali. Paling singkat ke kolam renang umum satu semester sekali. Tapi ketika SMA, satu bulan sekali udah renang. Jadi bosen juga.

    Sehabis UN, teman sepermainan saya, yaitu Fazrin, Firyal, Ricky, dan Yov, berenang bareng-bareng ke Sanggariang, sebuah kolam renang umum yang letaknya di dekat pusat kota. Saya girang banget, soalnya waktu dulu pergi ke pusat kabupaten Kuningan itu jarang, maklum anak desa. Dan ke kolam renang Sanggariang ini pun baru sekali. Ndeso banget.

    Walaupun terancam gagal karena mau cuaca mendung, kami tetap semangat. Kami naik angkot dan ngebajak angkot bersama. Supir angkotnya kami turunkan di perempatan jalan. Sadis sekali. Di kolam renang cuma kecepuk-kecepuk di kolam khusus anak dengan kedalaman lutut seorang bapak-bapak. Lalu pindah menuju kolam yang sedikit dalam, kami balap renang. Yov Cuma diam saja di pinggir, dia enggak bisa berenang. Semoga dia sudah bisa berenang sekarang. Amiin.

    Di kolam renang ini, kami saling memperkuat komitmen untuk tetap saling menjaga status kami sebagai jomblo akut. Betapa indahnya hari itu, ketika kami melupakan semua keresahan ketika menghitung soal matematika di saat Ujian Nasional, dan tidak ingat akan kejadian apa yang akan menghadapi kami selanjutnya. Percayalah,  di dunia ini tidak ada sepatah kata pun yang mampu melukiskan indahnya persahabatan.

Berenang bersama Buaya


Main PS dan Nongkrongin Warnet.

    Suasana di rental PS adalah suasana yang kesal untuk digambarkan. Saya dipaksa untuk mengantri dan berebut untuk duluan bermain. Ketika sudah memegang stick dan bermain, pasti ada saja yang mengejek ketika kalah dalam pertandingan Winning Eleven. Apalagi ketika seisi rental, malah mendukung teman kita.

    “Fauzy, kalah!!”
    “Yogi menang!!”
    “Ayo Yogi, si Fauzy pemainnya turun semua tuh fisiknya.”
    “Yogi ayo masukkin!!” oke yang ini sedikit erotis, pedofil out.

    Lalu ketika kalah si Yogi suka memasang alesan yang tidak logis, mulai dari stick-nya error. Wasitnya pake baju pink, atau saya yang mainnya terlalu kasar. Dan ketika saya menang, semua yang ada disitu pura-pura enggak melihat dan mendengar. Kampret.

    Saya juga sering ke warnet, salah satu hobi saya yang lain. Warnet itu sumber inspirasi, apalagi kalau ada cewek cantik. Entah itu penjaga warnetnya cantik, atau yang pakai komputer di sebelah saya cantik. Pokoknya pelepas stress setelah UN banget.



Ke Sekolah Cuma Mau Numpang Main Basket.

    Sebelum masuk SMAN 2 Kuningan yang katanya prestasi basketnya bagus, saya jadi sering ke sekolah buat numpang main basket. Hasilnya? Dribble dasar dan shooting dasar sih dapet. Level lomba, enggak deh kayaknya.

Ngurusin Berkas-Berkas Persyaratan Buat Pendaftaran ke SMA.

    “Fau, ke sekolah! Kamu harus tanda tangan! Cepetan enggak bisa diundur!!”
    “Fau ke sekolah!! Dibutuhin foto terbaru buat daftar nih!!”
    Berangkat ke sekolahnya lama, maklum rumah dengan sekolah jaraknya sangat jauh, lewati gunung langkahi lembah. Tapi pas udah nyampe, ngurusin persyaratan dan berkasnya enggak nyampe satu menit. Langsung selesai, sisanya, ya main basket lagi. hehe.

Ngemie Ayam Bareng, Ngebakso bareng.

Dan Kegiatan Lainnya.

    Nah, itulah yang saya lakukan ketika habis Ujian Nasional. Pokoknya habiskan dengan kegiatan yang bisa membuat kamu senang dan enggak stress. Jangan di rumah terus, enggak enak tua di rumah. Banyakin kegiatan dengan sahabat, teman sepermainan, teman-teman satu angkatan, juga sering-sering ajakkin gurunya main. Karena setelah lulus, kamu bakalan susah untuk bertemu mereka lagi.

    Sekian, dan ceritakan dong kegiatan apa yang sering kamu lakukan sehabis Ujian Nasional di kotak komentar. Berbagi itu lebih indah kawan.
   

4 komentar:

  1. wah, keren postingan nya. bener itu kejadian nyata yak haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah masa iya. Jadi malu saya. Saya cuma salah ngetik kok.. Bener, true story dan semoga pembaca bisa percaya sama kejadian yang diceritain disini.

      Hapus
  2. Iya betul pisan. Jadi ingat masa lalu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh mending melihat masa depan, Mbak. Hehehe

      Hapus

Terserah..