Pengorbanan Sesungguhnya

19.30.00

Untuk blog.

    Manusia memang tidak sempurna, mereka mencintai namun harus mengambil resiko untuk berkorban. Ketika suatu hubungan harus dipisahkan oleh sebuah kutukan. Dan, dia mereka merelakan sesuatu, ada sakit yang tidak tertahankan yang terkadang membuat seseorang sulit mengendalikan kekuatannya yang besar.

    Itulah yang harus dirasakan oleh Lena Duchannes, tokoh dalam film sekaligus novel Beautiful Creatures karya Kami Garcia dan Margareth Stohl. Saya benar-benar terpukau setelah melihat film ini. Lena ini adalah seorang wanita cantik, memiliki kekuatan yang tak terkendali. Harus jatuh cinta kepada seorang lelaki bernama Ethan Wate yang penasaran akan Lena yang selalu digosipkan yang aneh-aneh oleh warga kota Gatlin yang menganggap semua kesialan di kota itu karena kedatangan dirinya. Lena mengalami depresi ketika dirinya harus menerima kenyataan, bahwa sebentar lagi dia akan berulang tahun yang ke-16. Sebagai seorang caster, di usia ke-16, sifat alaminya akan menentukan dia akan berpihak kemana. Antara kejahatan dan kegelapan. Rasa takut selalu menghantuinya karena dia tidak ingin sifat alaminya mengklaim dirinya untuk pro pada kegelapan. Dia tidak ingin seperti ibunya dan sepupunya, yang setelah berpihak pada kegelapan. Mereka tidak pernah lagi dapat merasakan cinta dan mengerti apa arti cinta.



    Ethan Wate menyemangatinya ketika sebentar lagi dia harus berulang tahun ke-16. Pengklaiman Lena akan terjadi. Lena bukan manusia biasa, dia adalah seorang caster yang memiliki kekuatan magis. Lena yang stress setelah melihat cerita masa lalu dari sebuah liontin, seorang caster yang jatuh cinta pada manusia harus merelakan seseorang yang dicintainya mati untuk mematahkan kutukan di kota Gatlin.

    Ketika mengetahui bahwa kutukan dapat dihilangkan dengan merelakan Ethan, Lena menghilangkan ingatan Ethan untuk dapat menjauhinya. Dia benar-benar sudah merelakannya dan siap untuk menentukan hidupnya.


Aku tak mau menceramahi kalian hari ini.
Sebaliknya, aku hanya ingin bicara pada kalian.
Soal kata yang sudah jarang sekali kita dengar.
Pengorbanan.
 Aku tak menyebutnya kata modern.
Mendengar kata ‘pengorbanan’ orang-orang menjadi takut,
kalau sesuatu akan diambil dari mereka.
Atau harus memberikan sesuatu..
yang mereka tidak bisa hidup tanpa itu.
“Berkorban” bagi mereka,
 berarti “kehilangan”.
Di dunia yang mengatakan kita bisa memiliki semuanya.
Tapi aku percaya pengorbanan sejati..
merupakan kemenangan.
Karena itu membutuhkan kesediaan kita..
menyerahkan sesuatu atau seseorang yang kita cintai..
untuk sesuatu atau seseorang yang lebih kau cintai dari dirimu sendiri.
Aku takkan berbohong pada kalian.
Layaknya judi…,
Pengorbanan takkan menghilangkan rasa sakit karena kehilangan.
Tapi itu kemenangan melawan kegetiran.
Kegetiran yang meredupkan cahaya..
pada semua nilai kebenaran dalam hidup kita.

    Saya tidak tahu, penjelasan diatas, membuat kamu membayangkan sebuah cinta yang dipisahkan oleh sebuah kekuatan, kutukan yang menyebalkan. Masuk ke dalam dirimu, ketika kamu benar-benar merasakan sebuah keindahan yang dibuat oleh sebuah tingkah unik seseorang yang membuatmu tersenyum, sebuah hubungan yang seolah menghidupkan cahaya dalam kegelapan. Dan ketika kutukan itu terhapus, Lena Duchannes, sekali lagi harus merasakan pahit.

Aku bisa mendengar suara itu.
Suara yang membuatku hancur.
Aku menangis karena dia hidup.
Karena dia mati.
Aku hancur, Aku selamat.
Yang kutahu hanya,
Aku yang dulu telah hilang.
Dia benar.
Tak ada bagusnya mencintai Manusia.
Mereka tak bisa bertahan hidup di dunia kami.
Menjauhlah.
Pergilah, Ethan!
Klaim dirimu dengan tantangan,
Harapan.
Cinta.
Amarah.
Dan rasa syukur.
Klaim-lah kebaikan.
Klaim kegelapan.
Klaim semuanya.
Jangan ada yang tertinggal.

    Pamannya meninggal, kutukan berhasil terhapus, menyamar menjadi Ethan dan terbunuh. Lena Duchannes meneteskan air mata lagi.

    Pergi, kutukan itu pergi. Dan orang yang dicintainya telah mati, namun kekasih yang sesungguhnya dia harapkan untuk hidup telah lupa akan semua kenangan yang telah mereka lalui bersama.

    Mereka bertemu untuk pertama kalinya. Seolah tidak akan terjadi apa-apa dan hidup hanya akan berjalan dengan indah. Ketertarikan Ethan kepada Lena karena rasa penasaran yang tergugah dari buku Bukowski.
Beberapa orang tak pernah gila.

Hidup yang sangat mengerikan yang harus mereka jalani.
Orang-orang yang membosankan.
Di seluruh muka bumi.
Memperbanyak orang membosankan.
Sungguh pertunjukan yang mengerikan.
Bumi berkawan dengan mereka.

    Ketika pertama kali Ethan masuk ke rumahnya yang dijauhi oleh seluruh warga kota. Mereka berdua melawan mitos yang beredar. Kencan pertama mereka di bioskop penuh dengan cemoohan dan ejekkan yang membuat Lena kehabisan akal dan tak terkendali. Lena mengeluarkan kekuatannya, namun Ethan memeluknya dan memakaikan jaket itu ke tubuh Lena.



    Jangan berburuk sangka kepada orang lain yang terlihat aneh. Ketika melihat orang pendiam, kamu sebut sombong. Orang lucu dan mencoba membuat orang lain tertawa, kamu kira itu hanya cari sensasi belaka dan hanya ingin perhatian yang lebih. Percayalah, mereka adalah orang baik. Dekati dan pahami.

    Orang yang baik akan berani memberikan pengorbanan kepada orang yang benar-benar dicintainya, entah itu sahabat, kekasih, keluarga, teman, atau kepada seseorang yang baru saja mencopetnya di jalan.



    Hidup adalah pengorbanan dan pengabdian. Kehidupan sejati mengarah pada orang-orang baik.

    “Salam Kuperrrrrr!” :P
   

Baca cerita yang lain yuk!

0 yang komentar.

Terserah..

Total Tayangan Laman