Bandung Bondowoso Ngerjain PR

14.37.00

Untuk blog.

          Satu dari sifat buruk guru itu suka nyusahin muridnya. Tugas dan PR adalah cara mereka melakukan sifat buruk ini. Muridnya harus belajar terus… dan mereka anti sekali dengan game.

          Akan tetapi, guru itu ngasih tugas biar muridnya pinter dan gak males. Dan dengan tugas ini, si murid akan lebih bertanggung jawab dan disiplin.

          Bagi para murid sebanyak apapun manfaat dari PR dan tugas, pasti gak suka kalo dikasih tugas. Apalagi tugas yang susah dan tenggat waktunya sedikit.  Contoh tugasnya yaitu harus membangun seribu candi dalam satu malam. Kebayang stresnya Bandung Bondowoso kayak gimana. Minta bantuan temennya.. mereka juga stres, karena sama-sama pelajar juga. Dateng ke kuli bangunan juga percuma. Mereka juga habis kerja dateng sore, masih capek.. mana mau disuruh kerja lagi.


          Akhirnya Bandung Bondowoso ngelamun di kamar, mikir dikit, nyalain laptopnya terus buka www.ganool.com. “Daripada gue pusing mikirin ini tugas, mending gua nonton film..”

          Pas buka situs ganool laptop bener-bener penuh sama iklan. Tapi bukannya marah dia malah seneng, soalnya dia ngelihat iklan yang membuatnya bisa menyelesaikan tugasnya.

              Jasa Bangun Candi 1000 Jin.. Hanya melayani jam Malam. Ba’da Isya hingga Adzan Shubuh*. Hubungi 14045.

              *) waktu bisa berubah sewaktu-waktu, misalkan: kalo ada ayam jago berkokok, kita berhenti kerja.

          Bandung Bondowoso langsung ngehubungin nomer telpon yang tertera di iklan tersebut…
              (]-,-)]’
Bandung Bondowoso Danbooo, sumber gambar.

          “Halo, KFC, mau pesan apa?”

          “Mau pesan 1000 candi, satu malem bisa selesai?”

          Tut-tut…

          Bandung Bondowoso garuk-garuk kepala, dirinya tambah stress dan bingung. Dia menatap laptopnya sekali lagi ternyata nomer yang harus dihubunginya itu 14046. Bandung Bondowoso pernah divonis oleh Hakim Konstitusi bahwa dia mengidap penyakit buta angka. Jenis penyakit yang menyerang 1 dari 10 orang di dunia, gejalanya itu susah ngebedain angka 5 dan 6.

          “Jin kampret disini, mau apa?”

          “Err, begini jin, mau pesen candi..” Bandung sedikit terbata-bata, mungkin gara-gara suara jinnya yang keras dan mengagetkan.

          “Berapa?!!”

          “1000. Jin.”

          “Oh, itu sih gampang….. tapi pembayarannya gimana? Mau cash apa kredit.”

          “Cash aja jin, saya gak punya kartu kredit. Gak boleh sama ibu saya.”

          “Sekarang.. kamu transfer ke nomer rekening ini, nanti 5 menit sesudah transfer saya datang dengan pasukan.”

          Tut-tut-tut. Jin kampret menutup telponnya. Kesepakatan antara Bandung Bondowoso dengan  jin itu pun terungkap sudah.

        
              (]-,-)]’

          Waktu menunjukkan pukul 3 pagi, dan Bandung Bondowoso sudah mengorbankan waktu dan tenaga serta uang untuk mengerjakan tugas dari Roro Jonggrang. Dia menguap.. belum sempat untuk tidur. Bandung berteriak meminta izin kepada Jin Kampret untuk tidur dan mungkin jam 4 dia akan bangun lagi. “Lumayan satu jam buat tidur, takut ngantuk gue besok di sekolah.” Dia tak butuh waktu lama untuk terlelap.

          Sementara itu angin berhembus begitu kencang. Dan membangunkan Roro Jonggrang yang sedang tertidur. Roro mengucek-ngucek matanya dan sedikit mengeluarkan air. Dia melakukan kebiasannya sehabis tidur yaitu mengecek twitter. Ia terkejut melihat timelinenya penuh dengan tweet-tweet @BDG_BDWSO.

          “Baru 876 candi nih.. semangat jin.”

          “Ayo jin, aku kasih nih kopi luwak arab biar semangat!! 117 lagi!!”

          1 jam yang lalu.

          Hati Roro gelisah. Gusar. Dia menatap cermin. Kenapa begitu cepat? Kenapa begitu bersemangat? Padahal, sudah seminggu ini dirinya ingin melihat murid yang telat ngerjain tugas. Korban terakhirnya itu Sandman, si manusia pasir musuh Spiderman… waktu dia berguru sama dia, karena tugasnya menangkap Spiderman dalam satu malam gagal. Sandman disuruh berenang di Pantai Ancol. Sandman meleleh bersama sampah-sampah disana. Ah, rencana jahat Roro muncul.

          Roro lalu bergegas menuju tempat candi Bandung dibangun dengan membawa sebuah kotak. Dia menekan tombol kotak itu dan melemparkannya ke arah jin-jin yang sedang bekerja membangun candi. Roro melemparkan sebuah musik box.

          Music box Roro mengeluarkan suara murottal Al-Qur’an H. Muammar ZA. “Audzubillahiinassyaitonirrojim… bismillahirrahmanirrahim…”

          Jin-jin tersentak, suara itu membuat telinga mereka panas. Candi yang dibangun sudah berjumlah 999.

          “Allahuma… bariklana fiima rozaqtaaanaa wa kinaa adzaban narr..” music box itu mengeluarkan jurus terakhirnya. Do’a mau makan, ampuh membasmi jin.

          “Selamatkan diri kalian!!!!!!!!!!!!!!!!” Jin Kampret memerintahkan seluruh anak buahnya untuk lari dari situ. Walhasil, candi masih belum selesai. Kurang satu.

        
              (]-,-)]’

          Bandung Bondowoso berangkat sekolah dengan senyum yang terpancar dari wajahnya, dirinya sudah berhasil menyelesaikan tugas yang berat dari gurunya itu. Namun, di saat Bandung Bondowoso mengumpulkan laporan pembuatan candi, Roro melemparkan sebuah pertanyaan, “Di laporan ini tertulis candi kamu berjumlah 1000.. sudah kamu hitung?”

          “Errr, yakin bu… tapi belum saya hitung….” Jantungnya berdetak-detak tak karuan, dia merasa yakin namun hatinya bimbang. Kenapa tak saya pecahkan saja gelasnya? Biar ramai. Eh, salah. Kenapa tak dia hitung dulu candinya? Biar yakin.

          Roro berdiri dan kelas langsung hening, lalu dia berteriak lantang, “Anak-anak, ibu sangat tidak menghargai ketidaktelitian. BANDUNG!!”

          “Iya bu,” jawab Bandung pelan.

          “KAMU!!!....”

          Bandung menghela napas panjang, masih menyesali ketidak-telitiannya. Dan dirinya sudah menebak pasti dia akan dihukum.

          “KAMU!! HARUS DI RUQYAH!!!!”

          “APA???”

          “Iya!! Semalam kamu murtad!! Kamu bekerja sama dengan jin!!!!!!!!!!!!”

          “ASTAGA!!! IYA!! SAYA KHILAF BU!!!”

          “USTAD MANA USTAD!!!!!”

          Satu kelas panik.

        
              (]-,-)]’

        

          Kisah selesai. Pelajaran yang gue petik dari kisah ini, jangan pernah ngasih murid-murid itu tugas yang susah dengan tenggat waktu yang sangat singkat. Selain membuat murid stress, dia juga bisa ngelakuin apa aja, lho.. demi tugasnya selesai, demi menarik perhatian gurunya. Bisa ngelakuin segala cara.

        

          Gimana ceritanya??

Dan semoga kamu yang ada disana bisa sadar akan aku yang selalu menunggumu. Menunggu kasih sayangmu yang tak kunjung datang.

Baca cerita yang lain yuk!

0 yang komentar.

Terserah..

Total Tayangan Laman